TUGAS TERSTRUKTUR
1.
Menurut
cognitife theory of multimedia learning bahwa ada tiga asumsi utama yang
dijadikan acuan dalam meranvcang suatu multi media pembelajaran, jelaskan
ketiga asumsi tersebut dengan memberikan contoh masing masig media yang relevan
untuk pmbelajaran kimia ?
Jawab :
Tiga asumsi dari cognitife theory of
multimedia learning
Menurut
mayer (2003) CTML memiliki tiga asumsi dasar . asumsi yang pertama adalah dual
chenel , manusia memiliki dua cara dalam memproses informasi apa saja yang
mereka dapat melalui dua jalur visual (penglihatan) dan audio ( pendengaran) .
asumsi yang kedua adalah limited capacity , manusia memiliki daya tampung yang
terbatas terhadap informasi yang masuk pada setiap jalur yang diterima pada
waktu yang sama, asumsi ini diadopsi dari cognitife load theory. Asumsi yang
ketiga adalah active prossecing , manusia menggabungkan berbagai macam
informasi yang mereka terima baik secara visual maupun audio yang kemudian
digabungkan menjadi satu kesatuan yang koherens dan mengintegrasikannya dengan
pengetahuan yang lain.
Baget
(1984) juga menambahkan bahwa pembelajaran yang melibatkan pendengaran dan
penglihatan akan menjadi lebih relevan terhadap pembelajaran dari pada hanya
pendengaran atau penglihatannya saja. Asumsi diatas menunjukkan bahwa CTML
dibutuhkan sebagai daasr theory untuk membuat media pembelajaran yang lebih
efektif dan efisien dalam meningkatkan hasil belajar siswa . mayer (2003) juga
menambahkan bahwa perancangan elearning haruslah berdasarkan pada CTML sebagai
dasar theory.
2.Jelaskan bagaimana
teori dual coding dapat diadaptasikan dalam menyiakan suastu multi media
pembelajaran kimia!
Jawab :
Theory Dual coding yang dikemukakan alan
paivio ( paivio, 1971-2006 ) menyatakan bahwa informasi yang diterima seseorang
diproses melalui salah satu dari dua chenel , yaitu chenel verbal seperti teks
dan suara, dan chenel visual ( non verbal image) seperti diagram , gambar, dan
animasi. Kedua chenel ini dapat berfungdi baik secara independen, secara
paralel, atau juga secara terpadu bersamaan ( sadoski,paivio,goeks 1991).
Chenel verbal memproses informasi
secara berurutan sedangakan chenel non verbal memproses informasi secara
bersamaan ( singkron/paralel). Contohnya informasi yang disampaikan dengan
menggunakan kata – kata atau verbal dan ilustrasi yang relevan memiliki kecendrungan
lebih mudah diperlajari dan dipahami
dari pada infooormasi yang menggnakan teks saja, suara saja, perpaduan tek dan
suara saja , atau ilustrasi saja.
Theory dual coding juga menyiratkan
bahwa seseorang akan belajar lebih baik ketika media belajar yang digunakan
merupakan perpaduan yang tepat dari chenel verbal dan non verbal (najar,1995). Sejalan
dengan pernyataan tersebut, peneliti berpendapat bahwa ketika media belajar
yang digunakan merupakan gabungan dari beberapa media maka kedua chenel
pemprosesan informasi (verbal Dan non verbal ) dimungkinkan untuk bekerja
secara paralel atau bersama-sama , yang berdampak pada kemudahan informasi yang
disampaikan terserap oleh pembelajar.
Contoh media yang dapat digunakan dalam pembelajaran kimia adalah : pada materi hidrokarbon, dapat di tampilkan gambar atau struktur suatu senyawa hidrokarbon melalui media infokus yang telah dibuat sebelumnya dalam bentuk soft file power point sambil memberikan penjelasan secara verbal sehingga pembelajar dapat memproses informasi baik melalui kanal visual maupun kanal verbal. Dan terjadi proses pengintegrasian yang terjadi apabila pembelajar membangun jalinan antara model verbal dan model visual. Ketika ingin menampilkan suatu gambar maka harus memperhatikan beberapa prinsip contohnya prinsip keterdekatan waktu dengan menyajikan gambar dan teks yang berhubungan secara bersamaan. Kemudian materi hidrokarbon disampaikan secara sistematis, terurut dan jelas. Misalnya dimulai dari pengertian hidrokarbon, jenis-jenis hidrokarbon, struktur senyawa hidrokarbon, sistem penamaan senyawa hidrokarbon, sifat-sifat senyawa hidrokarbon dan reaksi-reaksi senyawa hidrokarbon. Selain itu gambar dan teks yang disajikan tidak boleh ditampilkan secara berlebihan, karena adanya keterbatasan kapasitas dalam memproses informasi jika gambar atau teks yang disajikan terlalu berlebihan maka otak tidak dapat menyerap semua informasi untuk dapat disimpan kedalam memori jangka panjang.
BalasHapus