A.Landasan Teoritis Multimedia
Pembelajaran
a.Pengertian Media
Menurut kamus besar bahasa indonesia
kata media merupakan alat atau sarana komunikasi untuk menyampaikan
suatu informasi . Kata media sendiri berasal dari bahasa latin medium yang memiliki
arti “perantara” atau “pengantar”. Menurut Asosiasi Teknologi dan Komunikasi
Guruan mendefinisikan media sebagai benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat,
didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrument yang dipergunakan dengan
baik dalam kegiatan belajar mengajar, dapat mempengaruhi efektifitas program
instruksional(Asnawir dan Usman,2002:11).
Gerlach & Ely, mengatakan bahwa
media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian
yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan,
keterampilan, atau sikap.Secara khusus, pengertian media dalam proses belajar
mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis,
atau elektronik untuk menangkap, memproses, dan
menyusun kembali informasi visual atau verbal(Arsyad, 2002:3).
b. pengertian media pembelajaran
Gagne menyatakan bahwa media
pembelajaran adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat
merangsangnya untuk belajar,sementara itu Briggs
berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang
7 dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar(Arif S.
Sadiman,2003:6).
Adapun media pengajaran menurut
Ibrahim danSyaodih diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan
untuk menyalurkan pesan atau isi pelajaran, merangsang pikiran, perasaan,
perhatian dan kemampuan siswa, sehingga dapat mendorong proses belajar
mengajar.Dari berbagai definisi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa media
adalah segala benda yang dapat menyalurkan pesan atau isi pelajaran sehingga
dapat merangsang siswa untuk belajar
Berdasarkan beberapa teori di atas
disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah alat yang digunakan pada proses
pembelajaran sebagai penyalur pesan antara guru dan siswa yang dapat merangsang
pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga mendorong terjadinya
proses belajar mengajar ketingkat yang lebih efektif dan efisien agar tujuan
pembelajaran tercapai. Media pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa
syarat. Penggunaan media mempunyai tujuan memberikan motivasi kepada siswa.
Selain itu media juga harus merangsang siswa mengingat apa yang sudah
dipelajari selain memberikan rangsangan belajar baru. Media yang baik juga akan
mengaktifkan siswa dalam memberikan tanggapan, umpan balik dan juga mendorong
siswa untuk melakukan praktik-praktik dengan benar.
c. Landasan Media Pembelajaran
1
Landasan Psikologis Media Pembelajaran
Landasan
psikologis penggunaan media pembelajaran ialah alasan atau rasional mengapa
media pembelajaran dipergunakan ditinjau dari kondisi pembelajar dan bagaimana
proses belajar itu terjadi. Perubahan perilaku itu dapat berupa bertambahnya
pengetahuan, diperolehnya ketrampilan atau kecekatan dan berubahnya sikap
seseorang yang telah belajar. Pengetahuan dan pengalaman itu diperoleh melalui
pintu gerbang alat indera pebelajar karena itu diperlukan rangsangan (menurut
teori Behaviorisme) atau informasi (menurut teori Kognitif), sehingga respons
terhadap rangsangan atau informasi yang telah diproses itulah hasil belajar diperoleh.
2. Landasan
Historis Media Pembelajaran
Yang
dimaksud dengan landasan historis media pembelajaran ialah rational penggunaan
media pembelajaran ditinjau dari sejarah konsep istilah media digunakan dalam
pembelajaran. Perkembangan konsep media pembelajaran sebenarnya bermula dengan
lahirnya konsepsi pengajaran visual atau alat bantu visual sekitar tahun 1923.
Yang dimaksud dengan alat bantu visual dalam konsepsi pengajaran visual ini
adalah setiap gambar, model, benda atau alat yang dapat memberikan pengalaman
visual yang nyata kepada pebelajar.
3. Landasan
Teknologis Media Pembelajaran
Media
pembelajaran sebagai bagian dari teknologi pembelajaran memiliki enam manfaat
potensial dalam memecahkan masalah pembelajaran, yaitu:
- Meningkatkan produktivitas pendidikan
- Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual
- Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran
- Lebih memantapkan pembelajaran
- Dengan media membuat proses pembelajaran menjadi lebih langsung
- Memungkinkan penyajian pembelajaran lebih merata dan meluas
4. Landasan Empirik Media Pembelajaran
Pebelajar
yang memiliki gaya visual akan lebih mendapat keuntungan dari penggunaan media
visual, seperti film, video, gambar atau diagram; sedangkan pebelajar yang
memiliki gaya belajar auditif lebih mendapatkan keuntungan dari penggunaan
media pembelajaran auditif, seperti rekaman, radio, atau ceramah guru.
d. teoritis
media pembelajaran
Media
Pembelajaran memiliki beberapa landasan teoritis yang kuat dalam sistem
pembelajaran, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Teori Psikologis Brurner
Menurut Bruner perkembangan kognitif seseorang terjadi melalui tiga tahapyaitu:
1. Teori Psikologis Brurner
Menurut Bruner perkembangan kognitif seseorang terjadi melalui tiga tahapyaitu:
- Tahap pengalaman langsungmerupakan tahap individu berupa memahami lingkungan dengan beraktifitas.
- Tahap Pictoria, tahap individu melihat dunia melalui gambar dan menvisualisasi verbal.
- Tahap simbolik, tahap dimana individu mempunyai gagasan-gagasan abstrak yang banyak dipengaruhi bahasa dan logika berpikirnya.
2. Teori
Behavourisme
Teori behavourisme atau teori tingkah laku ini menganggap bahwa segala kejadian dilingkungan sangat mempengaruhi perilaku seseorang dan akan memberikan pengalaman tertentu dalam dirinya, dan teori ini menganggap perubahan tingkah laku yang terjadi berdasarkan paradigma S-R(stimulus respon) yaitu suatu proses yang memberikan respon tertentu terhadap apa yang datang dari luar diri individu.
3. Teori Kerucut Pengalaman Edgar Dale
Kerucut pengalaman ini merupakan salah satu gambaran yang dijadikan landasan teori dalam penggunaan media pembelajaran selain dari ketiga tahap pengalaman Bruner.
Edgar Dale mengklasifikasikan pengalaman belajar anak mulai dari hal-hal yang dianggap paling abstrak.
Teori behavourisme atau teori tingkah laku ini menganggap bahwa segala kejadian dilingkungan sangat mempengaruhi perilaku seseorang dan akan memberikan pengalaman tertentu dalam dirinya, dan teori ini menganggap perubahan tingkah laku yang terjadi berdasarkan paradigma S-R(stimulus respon) yaitu suatu proses yang memberikan respon tertentu terhadap apa yang datang dari luar diri individu.
3. Teori Kerucut Pengalaman Edgar Dale
Kerucut pengalaman ini merupakan salah satu gambaran yang dijadikan landasan teori dalam penggunaan media pembelajaran selain dari ketiga tahap pengalaman Bruner.
Edgar Dale mengklasifikasikan pengalaman belajar anak mulai dari hal-hal yang dianggap paling abstrak.
DAFTAR PUSTAKA
·
Usman,M. Basyiruddin_asnawir .2002. Media Pengajaran . Jakarta : ciputat
pers
Arsyad,azhar . 2011. media pembelajaran . jakarta :rajawali pers
·
Arif S. Sadiman,2003. http://eprints.walisongo.ac.id/1657/4/093511013_Bab2.pdf