Minggu, 26 Februari 2017

pertemuan ke - 5



PRESENTASI MULTIMEDIA PEMBELAJARAN KIMIA HASIL PENGEMBANGAN DAN CONTOHNYA

Untuk memahami lebih lanjut, ada baiknya akan kita ulas kembali mengenai definisi daasar mengernai multimedia pembelajaran . Multimedia adalah media yang menggabungkan dua unsur atau lebih media yang terdiri dari teks, grafik, gambar, foto, audio, dan animasi secara terintegrasi. Sedangkan pembelajaran diartikan sebagai proses penciptaan lingkungan memungkinkan terjadinya proses belajar. Jadi dalam pembelajaran yang utama adalah bagaimana siswa belajar. Belajar dalam pengertian aktivitas mental siswa dalam berinteraksi dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan perilaku yang bersifat relatif konstan. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa multimedia pembelajaran dapat diartikan sebagai aplikasi multimedia yang digunakan dalam proses pembelajaran, dengan kata lain untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, ketrampilan dan sikap) serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan yang belajar sehingga secara sengaja proses belajar terjadi, bertujuan dan terkendali

Media pembelajaran saat ini sepertinya menjadi sarana penting bagi guru dan siswa untuk memahami materi. Sebenarnya tidak semua materi pelajaran perlu dibuat media. Menurut saya, media pembelajaran sangat penting untuk materi-materi yang sulit dipahami oleh siswa. Media pembelajaran menjadi alat bantu bagi guru untuk menjelaskan materi sulit. Untuk siswa, media pembelajaran penting untuk belajar mandiri.


berikut ini adalah sedikit penjelasan mengenai contoh presentasi multimedia pembelajaran kami dengan judul : AIR AJAIB dalam TEKANAN UDARA 

AIR AJAIB


Didalam kondisi normal tampa ada faktor luar udara memiliki kerapatan yang sama  untuk ketinggian yang sama . KErapatan udara yang sama diketinggian yang sama ini mengidentifikasikan bahwa untuk ruang yang sama jumlah udara yang menempati ruang tersebut adalah sama banyak dimanapun kita melihat ruang tersebut.
Ketika kita meletakkan toples diatas air kerapatan udara dari ruang didalam toples  masih sama besar dengan kerapatan udara diluar, yang artinya jumlah udara didalam tples tersebut sama banyak dengan jumlah udara diluar toples untuk besar ruang yang sama. Hal ini mengakibatkan tekanan udara dari dalam toples akan sama dari tekanan udara diluar toples.        
Ketika memanaskan lilin, tentu diudara ini akan memperoleh energi tambahan dari api sehingga ia memiliki tekanan dan volume yang lebih besar dari keadaan normal nya. Hal ini akan membuat beberapa udara yang lain keluar meninggalkan gelas sebab ruang tersebut tidak cukup lagi menampung mereka semua . pada kondisi ini tekanan total didalam gelas akan sama dengan tekanan udara diluar meskipun jumlah udara didalam dan diluar toples jauh berbeda jika dilihat dalam besar ruang yang sama . namun saat seluruh oksigen bereaksi menjadi karbondioksida ditandai dengan api yang padam lama kelamaan udara-udara didalam toples akan mendingin dan kehilangan energi nya. Tekanan volumenya akan mengecil kembali dalam kondisi normalny secara bertahap . tekanan total yang semakin mengecil didalam toples inilah yang membuat air diatas piring masuk perlahan kedalam kelas sebab tekanan udara total dalam toples tersebut tidak mampu menahan tekanan udara dari luar dan begitulah.
 

untk lebih jelas yuk kita simak di link youtube saya : https://www.youtube.com/watch?v=UfeaMsQ8Tqo&app=desktop

Sabtu, 25 Februari 2017

pertemuan ke -4



PENGEMBANGAN E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN KIMIA

1.    1.   Pengertian e-learning
Banyak orang menggunakan istilah yang berbeda-beda dengan e-learning, namun pada prinsipnya e-learning adalah pembelajaran yang menggunakan jasa elektronika sebagai alat bantunya.
Menurut kamus besar bahasa indonesia (2017) e-learing merupakan sebuah proses pembelajaran yang berbasis elektronik. Salah satu media yang digunakan adalah jaringan komputer. Dengan dikembangkannya di jaringan komputer memungkinkan untuk dikembangkan dalam bentuk berbasis web, sehingga kemudian dikembangkan ke jaringan komputer yang lebih luas yaitu internet.
Penyajian e-learning berbasis web ini bisa menjadi lebih interaktif. Sistem e-learning ini tidak memiliki batasan akses, inilah yang memungkinkan perkuliahan bisa dilakukan lebih banyak waktu (Nugroho, 2007).

2.    2.   Jenis e-learning
Nedelko (2008), menyatakan ada tiga jenis format penerapan e-learning, yaitu:
a)       Web Supported e-learning, yaitu pembelajaran tetap dilakukan secara tatap muka dan didukung dengan penggunaan website yang berisi rangkuman tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, tugas, dan tes singkat
b)       Blended or mixed mode e-learning, yaitu sebagaian proses pembelajaran dilakukan secara tatap muka dan sebagian lagi dilakukan secara online
c)       Fully online e-learning format, yaitu seluruh proses pembelajaran dilakukan secara online termasuk tatap muka antara pendidik dan peserta didik juga dilakukan secara online yaitu dengan menggunakan teleconference.


3.    3.   Kelebihan dan kekurangan e-learning
a. Kelebihan e-learning 
Menyadari bahwa melalui internet dapat ditemukan berbagai informasi yang dapat diakses secara mudah, kapan saja dan dimana saja, maka pemanfaatan internet menjadi suatu kebutuhan. Bukan itu saja, pengguna internet bisa berkomunikasi dengan pihak lain dengan cara yang sangat mudah melalui teknik e-moderating yang tersedia di internet (Triluqman, 2007).

Dari berbagai pengalaman dan juga dari berbagai informasi yang tersedia di literatur, memberikan petunjuk tentang manfaat penggunaan internet, khususnya dalam pendidikan terbuka dan jarak jauh, kelebihan e-learning antara lain dapat disebutkan sebagai berikut (Triluqman, 2007):

  1. Tersedianya fasilitas e-moderating dimana pendidik dan peserta didik dapat berkomunikasi dengan mudah melalui fasilitas internet secara regular atau kapan saja kegiatan berkomunikasi itu dilakukan dengan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat, dan waktu. 
  2. Pendidik dan peserta didik dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yang tersruktur dan terjadwal melalui internet, sehingga keduanya bisa saling menilai sampai berapa jauh bahan ajar dipelajari. 
  3. Peserta didik dapat belajar atau me-review bahan ajar setiap saat dan dimana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer. 
  4. Bila peserta didik memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan yang dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di internet. 
  5. Baik pendidik maupun peserta didik dapat melaksanakan diskusi melalui internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak, sehingga menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih luas. 
  6. Berubahnya peran peserta didik dari yang biasanya pasif menjadi aktif. 
  7. Relatif lebih efisien. Misalnya bagi yang mereka tinggal jauh dari perguruan tinggi atau sekolah konvensional, bagi mereka yang sibuk bekerja, bagi mereka yang bertugas di kapal, di luar negeri, dan sebagainya. 



b. Kekurangan e-learning 
Walaupun demikian pemanfaatan internet untuk pembelajaran atau e-learning  juga tidak terlepas dari berbagai kekurangan antara lain dapat disebutkan sebagai berikut (Triluqman, 2007):
  1. Kurangnya interaksi antara pendidik dan peserta didik bahkan antar-peserta didik itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar-mengajar. 
  2. Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis. 
  3. Proses belajar dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan. 
  4. Berubahnya peran pendidik dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional. 
  5. Peserta didik yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal. 
  6. Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet (mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon, ataupun komputer). 
  7. Kurangnya penguasaan komputer. 

















Daftar Pustaka


·         Triluqmani, Drs. (2007). Meningkatkan mutu pendidikan melalui e-learning. Jurnal Pendidikan Penabur - No.04/ Th.IV.

·         Nugroho, W. A. (2007). [online] Available FTP: http://www.ilmukomputer.com. Tanggal akses: 16 Januari 2009.
·         Nedelko, Z. (2008). Participants’ Characteristics for E-Learning. http://www.g-cass.com. Diakses: 2 Maret 2016