A.Landasan Teoritis Multimedia
Pembelajaran
a.Pengertian Media
Menurut kamus besar bahasa indonesia
kata media merupakan alat atau sarana komunikasi untuk menyampaikan
suatu informasi . Kata media sendiri berasal dari bahasa latin medium yang memiliki
arti “perantara” atau “pengantar”. Menurut Asosiasi Teknologi dan Komunikasi
Guruan mendefinisikan media sebagai benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat,
didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrument yang dipergunakan dengan
baik dalam kegiatan belajar mengajar, dapat mempengaruhi efektifitas program
instruksional(Asnawir dan Usman,2002:11).
Gerlach & Ely, mengatakan bahwa
media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian
yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan,
keterampilan, atau sikap.Secara khusus, pengertian media dalam proses belajar
mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis,
atau elektronik untuk menangkap, memproses, dan
menyusun kembali informasi visual atau verbal(Arsyad, 2002:3).
b. pengertian media pembelajaran
Gagne menyatakan bahwa media
pembelajaran adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat
merangsangnya untuk belajar,sementara itu Briggs
berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang
7 dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar(Arif S.
Sadiman,2003:6).
Adapun media pengajaran menurut
Ibrahim danSyaodih diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan
untuk menyalurkan pesan atau isi pelajaran, merangsang pikiran, perasaan,
perhatian dan kemampuan siswa, sehingga dapat mendorong proses belajar
mengajar.Dari berbagai definisi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa media
adalah segala benda yang dapat menyalurkan pesan atau isi pelajaran sehingga
dapat merangsang siswa untuk belajar
Berdasarkan beberapa teori di atas
disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah alat yang digunakan pada proses
pembelajaran sebagai penyalur pesan antara guru dan siswa yang dapat merangsang
pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga mendorong terjadinya
proses belajar mengajar ketingkat yang lebih efektif dan efisien agar tujuan
pembelajaran tercapai. Media pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa
syarat. Penggunaan media mempunyai tujuan memberikan motivasi kepada siswa.
Selain itu media juga harus merangsang siswa mengingat apa yang sudah
dipelajari selain memberikan rangsangan belajar baru. Media yang baik juga akan
mengaktifkan siswa dalam memberikan tanggapan, umpan balik dan juga mendorong
siswa untuk melakukan praktik-praktik dengan benar.
c. Landasan Media Pembelajaran
1
Landasan Psikologis Media Pembelajaran
Landasan
psikologis penggunaan media pembelajaran ialah alasan atau rasional mengapa
media pembelajaran dipergunakan ditinjau dari kondisi pembelajar dan bagaimana
proses belajar itu terjadi. Perubahan perilaku itu dapat berupa bertambahnya
pengetahuan, diperolehnya ketrampilan atau kecekatan dan berubahnya sikap
seseorang yang telah belajar. Pengetahuan dan pengalaman itu diperoleh melalui
pintu gerbang alat indera pebelajar karena itu diperlukan rangsangan (menurut
teori Behaviorisme) atau informasi (menurut teori Kognitif), sehingga respons
terhadap rangsangan atau informasi yang telah diproses itulah hasil belajar diperoleh.
2. Landasan
Historis Media Pembelajaran
Yang
dimaksud dengan landasan historis media pembelajaran ialah rational penggunaan
media pembelajaran ditinjau dari sejarah konsep istilah media digunakan dalam
pembelajaran. Perkembangan konsep media pembelajaran sebenarnya bermula dengan
lahirnya konsepsi pengajaran visual atau alat bantu visual sekitar tahun 1923.
Yang dimaksud dengan alat bantu visual dalam konsepsi pengajaran visual ini
adalah setiap gambar, model, benda atau alat yang dapat memberikan pengalaman
visual yang nyata kepada pebelajar.
3. Landasan
Teknologis Media Pembelajaran
Media
pembelajaran sebagai bagian dari teknologi pembelajaran memiliki enam manfaat
potensial dalam memecahkan masalah pembelajaran, yaitu:
- Meningkatkan produktivitas pendidikan
- Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual
- Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran
- Lebih memantapkan pembelajaran
- Dengan media membuat proses pembelajaran menjadi lebih langsung
- Memungkinkan penyajian pembelajaran lebih merata dan meluas
4. Landasan Empirik Media Pembelajaran
Pebelajar
yang memiliki gaya visual akan lebih mendapat keuntungan dari penggunaan media
visual, seperti film, video, gambar atau diagram; sedangkan pebelajar yang
memiliki gaya belajar auditif lebih mendapatkan keuntungan dari penggunaan
media pembelajaran auditif, seperti rekaman, radio, atau ceramah guru.
d. teoritis
media pembelajaran
Media
Pembelajaran memiliki beberapa landasan teoritis yang kuat dalam sistem
pembelajaran, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Teori Psikologis Brurner
Menurut Bruner perkembangan kognitif seseorang terjadi melalui tiga tahapyaitu:
1. Teori Psikologis Brurner
Menurut Bruner perkembangan kognitif seseorang terjadi melalui tiga tahapyaitu:
- Tahap pengalaman langsungmerupakan tahap individu berupa memahami lingkungan dengan beraktifitas.
- Tahap Pictoria, tahap individu melihat dunia melalui gambar dan menvisualisasi verbal.
- Tahap simbolik, tahap dimana individu mempunyai gagasan-gagasan abstrak yang banyak dipengaruhi bahasa dan logika berpikirnya.
2. Teori
Behavourisme
Teori behavourisme atau teori tingkah laku ini menganggap bahwa segala kejadian dilingkungan sangat mempengaruhi perilaku seseorang dan akan memberikan pengalaman tertentu dalam dirinya, dan teori ini menganggap perubahan tingkah laku yang terjadi berdasarkan paradigma S-R(stimulus respon) yaitu suatu proses yang memberikan respon tertentu terhadap apa yang datang dari luar diri individu.
3. Teori Kerucut Pengalaman Edgar Dale
Kerucut pengalaman ini merupakan salah satu gambaran yang dijadikan landasan teori dalam penggunaan media pembelajaran selain dari ketiga tahap pengalaman Bruner.
Edgar Dale mengklasifikasikan pengalaman belajar anak mulai dari hal-hal yang dianggap paling abstrak.
Teori behavourisme atau teori tingkah laku ini menganggap bahwa segala kejadian dilingkungan sangat mempengaruhi perilaku seseorang dan akan memberikan pengalaman tertentu dalam dirinya, dan teori ini menganggap perubahan tingkah laku yang terjadi berdasarkan paradigma S-R(stimulus respon) yaitu suatu proses yang memberikan respon tertentu terhadap apa yang datang dari luar diri individu.
3. Teori Kerucut Pengalaman Edgar Dale
Kerucut pengalaman ini merupakan salah satu gambaran yang dijadikan landasan teori dalam penggunaan media pembelajaran selain dari ketiga tahap pengalaman Bruner.
Edgar Dale mengklasifikasikan pengalaman belajar anak mulai dari hal-hal yang dianggap paling abstrak.
DAFTAR PUSTAKA
·
Usman,M. Basyiruddin_asnawir .2002. Media Pengajaran . Jakarta : ciputat
pers
Arsyad,azhar . 2011. media pembelajaran . jakarta :rajawali pers
·
Arif S. Sadiman,2003. http://eprints.walisongo.ac.id/1657/4/093511013_Bab2.pdf
Mengenai artikel anda tentang "Media pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa syarat", nah apa saja syarat-syarat yang harus dipenuhi agar terciptanya media pembelajaran yang baik?
BalasHapusMedia-media yang akan dipilih dalam proses pembelajaran harus memenuhi syarat-syarat visible, intresting, simple, useful, accurate, legitimate, structure ( VISUALS ) . Penjelasan dari syarat tersebut adalah:
Hapus● Visible atau mudah dilihat, artinya media yang digunakan harus dapat memperikan keterbacaan bagi orang lain yang melihatnya
● Interesting atau menarik, yaitu media yang digunakan harus memiliki nilai kemenarikan. Sehingga yang melihatnya akan tergerak dan terdorong untukmemperhatikan pesan yang disampaikan melalui media tersebut
● Simple atau sederhana, yaitu media yang digunakan juga harus memiliki nilai kepraktisan dan kesederhanaan, sehingga tidak berakibat pada in-efesiensi dalam pembelajaran
● Useful atau bermanfaat, yaitu media yang digunakan dapat bermanfaat dalam pencapaian tujuan pembelajaran yang diharapkan,
● Accurate atau benar, yaitu media yang dipilih benar-benar sesuai dengan karakteristik materi atau tujuan pembelajaran. Atau dengan kata lain media tersebut benar-benar valid dalam pembuatan dan penggunaannya dalam pembelajaran
● Legitimate atau Sah, masuk akal artinya media pembelajaran dirancang dan digunakan untuk kepentingan pembelajaran oleh orang atau lembaga yang berwenang (seperti guru)
● Structure atau tersetruktur artinya media pembelajaran, baik dalam pembuatan atau penggunaannya merupakan bagian tak terpisahkan dari materi yang akan disampaikan melalui media tersebut.
Jadi syarat media itu salah satunya harus menarik memang. Media dikatakan gagal jika tidak mampu membuat siswa tertarik. Maka dari itu kita harus mampu membuat media yg baik.
Media pada hakekat nya baik, tpi cara kita mengolahnya yg paling penting. Contoh nya kita membuat media melalu power point lalu diselipkan video. Berdasarkan pengalaman, video membuat daya tarik tersendiri.
Tuntutan masyarakat yang semakin besar terhadap pendidikan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, membuat pendidikan tidak mungkin lagi dikelo
Hapusterimakasih yuni
HapusKegagalan seorang guru dalam mengembangkan media pengajaran akan terjadi jika penguasaan terhadap karakteristik media itu sendiri sangat kurang. Pemanfaatan media dengan maksud mengulur-ulur waktu tidak dibenarkan. Karena kegiatan belajar mengajar bukan untuk hal itu. Apabila pemanfaatan media dengan dalih untuk memperkenalkan kekayaan sekolah. Semua itu tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan pencapaian tujuan pengajaran. Karena itu, pemanfaatan media hanya diharuskan dengan maksud untuk mencapai tujuan pengajaran.
HapusIbrahim (1991:24) menyatakan beberapa pedoman yang dapat digunakan untuk memilih media pembelajaran, antara lain (1) sebelum memilih media pembelajaran, guru harus menyadari bahwa tidak ada satupun media yang paling baik untuk mencapai semua tujuan. masing-masing media mempunyai kelebihan dan kelemahan. penggunaan berbagai macam media pembelaiaran yang disusun secara serasi dalam proses belajar mengajar akan mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran, (2) pemilihan media hendaknya dilakukan secara objektif, artinya benar-benar digunakan dengan dasar pertimbangan efektivitas belajar siswa, bukan karena kesenangan guru atau sekedar sebagai selingan, (3) pernilihan media hendaknya memperhatikan syarat-syarat (a) sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, (b) ketersediaan bahan media, (c) biaya pengadaan, dan (d) kualitas atau mutu teknik.
BalasHapusMenurut Bruner perkembangan kognitif seseorang terjadi melalui tiga tahap pada Tahap Pictoria, tahap individu melihat dunia melalui gambar dan menvisualisasi verba dapat anda beri contoh siswa yang srpertiapa yg dikataksn sudah melewatkan tahap ini
BalasHapusMenurut Bruner perkembangan kognitif seseorang terjadi tiga tahap yang ditentukan oleh caranya melihat lingkungan, yaitu:
Hapus1.Tahap enaktif, seseorang melakukan aktivitas-aktivitas dalam upayanya untuk memahami lingkungan sekitarnya. Misalnya, melalui gigitan, sentuhan, pegangan.
2.Tahap ikonik, seseorang memahami objek-objek atau dunianya melalui gambar-gambar dan visualisasi verbal. Dalam memahami dunia sekitar anak belajar melalui bentuk perumpamaan (tampil) dan perbandingan (komparasi).
3.Tahap simbolik, seeorang telah mampu memiliki ide-ide atau gagasan-gagasan abstrak yang sangat dipengaruhi oleh kemampuannya dalam berbahasa dan logika. Komunikasi banyak menggunakan bahasa simbol. Semakin matang seseorang dalam proses berpikirnya, semakin dominan sistem simbolnya, namun tetap menggunakan sistem enaktif dan ikonik, hal ini terbukti dalam penggunaan media dalam pembelajaran.
Media Memungkinkan penyajian pembelajaran lebih merata dan meluas.. pembelajaran lebih merata dan meluas yang seperti apa maksudnya? Mohon penjelasannya
BalasHapusalam teknologi pembelajaran, pemecahan masalah dilakukan dalam bentuk: kesatuan komponen-komponen sistem pembelajaran yang telah disusun dalam fungsi disain atau seleksi, dan dalam pemanfaatan serta dikombinasikan sehingga menjadisistem pembelajaran yang lengkap. Komponen-komponen ini termasuk pesan, orang, bahan, media, peralatan, teknik, dan latar. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, teknologi komunikasi dan informasi mengalami kemajuan yang sangat pesat untuk selanjutnya berpengaruh terhadap pola komunikasi di masyarakat. Tuntutan masyarakat yang semakin besar terhadap pendidikan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, membuat pendidikan tidak mungkin lagi dikelola hanya dengan pola tradisional, karena cara ini tidak sesuai lagi dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Hasil teknologi telah sejak lama dimanfaatkan dalam pendidikan. Banyak yang dharapkan dari alat- alat teknologi pendidikan yang membantu mengatasi berbagai masalah pendidikan sehingga dapat membantu siswa belajar secara individual dengan efektif dan efisien.
HapusDalam konteks pendidikan yang lebih umum, ataupun hanya proses belajar mengajar, teknologi pendidikan merupakan pengembangan penerapan, dan penilaian sistem , teknik dan alat bantu untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas belajar manusia. Dengan demikian, aspek- aspeknya meliputi pertimbangan teoritik yang merupakan hasil penelitian, perangkat dan peralatan teknis atau hardware, dan perangkat lunaknya atau software.
Sasaran akhir dari teknologi pembelajaran adalah memudahkan peserta didik belajar. Untuk mencapai sasaran akhir ini, teknolog-teknolog di bidang pembelajaran mengembangkan berbagai sumber belajar untuk memenuhi kebutuhan setiap peserta didik sesuai dengan karakteristiknya.
Saya akan menambahkan sedikit
BalasHapusJENIS MEDIA PEMBELAJARAN MENURUT PARA AHLI
Jenis media pembelajaran menurut para ahli yaitu:
a. Herry (2007:6.31) menyatakan:“Ada tiga jenis media pembelajaran yang dapat dikembangkan dan digunakan dalam kegiatan pembelajaran oleh guru di sekolah, yaitu:
Media visual adalah media yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan indra penglihatan terdiri atas media yang dapat diproyeksikan (projekted visual) dan media yang tidak dapat diproyeksikan (nonprojekted visual).
Media audio adalah media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan para siswa untuk mempelajari bahan ajar dan jenisnya.
Media audio visual merupakan kombinasi dari media audio dan media audio visual atau media pandang dengar”.
b. Menurut Heinich and Molenda (2009) terdapat enam jenis dasar dari media pembelajaran, yaitu:
Teks. Merupakan elemen dasar dalam menyampaikan suatu informasi yang mempunyai berbagai jenis dan bentuk tulisan yang berupaya memberi daya tarik dalam penyampaian informasi.
Media audio. Membantu menyampaikan maklumat dengan lebih berkesan dan membantu meningkatkan daya tarikan terhadap sesuatu persembahan. Jenis audio termasuk suara latar, musik, atau rekaman suara, dan lainnya.
Media visual. Media yang dapat memberikan rangsangan-rangsangan visual seperti gambar/photo, sketsa, diagram, bagan, grafik, kartun, poster, papan buletin, dan lainnya.
Media proyeksi gerak. Termasuk di dalamnya film gerak, film gelang, program TV, video kaset (CD, VCD, atau DVD).
Benda-benda tiruan/miniatur. Termasuk di dalamnya benda-benda tiga dimensi yang dapat disentuh dan diraba oleh siswa. Media ini dibuat untuk mengatasi keterbatasan baik obyek maupun situasi sehingga proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik.
Manusia. Termasuk di dalamnya guru, siswa, atau pakar/ahli di bidang/materi tertentu.
c. Rudi Bretz (2003) mengidentifikasi jenis-jenis media berdasarkan tiga unsur pokok yaitu suara, visual, dan gerak. Dari ketiga unsur tersebut Bretz mengklasifikasikannya ke dalam tujuh kelompok, yaitu:
· Media audio
· Media cetak
· Media visual diam
· Media visual gerak
· Media audio semi gerak
· Media semi gerak audio
· Media visual diam
· Media audio visual gerak
baik terimakasih, namun Tuntutan masyarakat yang semakin besar terhadap pendidikan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, membuat pendidikan tidak mungkin lagi dikelo
HapusTetapi pemanfaatan media pengajaran juga tidak asal-asalan menurut keinginan guru, tidak berencana dan sistematik. Guru harus memanfaatkannya menurut langkah-Iangkah tertentu, dengan perencanaan yang sistematik. Ada enam langkah yang bisa ditempuh guru pada waktu ia mengajar dengan mempergunakan media. Langkahlangkah itu adalah:
Hapus1. Merumuskan tujuan pengajaran dengan memanfaatkan media.
2. Persiapan guru. Pada fase ini guru memilih dan menetapkan media mana yang akan dimanfaatkan guna mencapai tujuan. Dalam hal ini prinsip pemilihan dan dasar pertimbangannya patut diperhatikan.
3. Persiapan kelas. Pada fase ini siswa atau kelas harus mempunyai persiapan, sebelum mereka menerima pelajaran dengan menggunakan media. Guru harus dapat memotivasi mereka agar dapat menilai, mengantisipasi, menghayati pelajaran dengan menggunakan media pengajaran.
4. Langkah penyajian pelajaran dan pemanfaatan media. pada fase ini penyajian bahan pelajaran dengan memanfaatkan media pengajaran. Keahlian guru dituntut di sini. Media diperbantukan oleh guru untuk membantu tugasnya menjelaskan bahan pelajaran. Media dikembangkan penggunaannya untuk keefektifan dan efisiensi pencapaian tujuan.
5. Langkah kegiatan belajar siswa. Pada fase ini siswa belajar dengan memanfaatkan media pengajaran. Pemanfaatan media di sini bisa siswa sendiri yang mempraktikkannya ataupun guru langsung memanfaatkannya, baik di kelas atau di luar kelas.
6. Langkah evaluasi pengajaran. Pada langkah ini kegiatan belajar dievaluasi, sampai sejauh mana tujuan pengajaran tercapai, yang sekaligus dapat dinilai sejauh mana pengaruh media sebagai alat bantu dapat menunjang keberhasilan proses belajar siswa. Hasil evaluasi dapat dijadikan dasar atau bahan bagi proses belajar berikutnya.
Saya akan menambahkan sedikit
BalasHapusJENIS MEDIA PEMBELAJARAN MENURUT PARA AHLI
Jenis media pembelajaran menurut para ahli yaitu:
a. Herry (2007:6.31) menyatakan:“Ada tiga jenis media pembelajaran yang dapat dikembangkan dan digunakan dalam kegiatan pembelajaran oleh guru di sekolah, yaitu:
Media visual adalah media yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan indra penglihatan terdiri atas media yang dapat diproyeksikan (projekted visual) dan media yang tidak dapat diproyeksikan (nonprojekted visual).
Media audio adalah media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan para siswa untuk mempelajari bahan ajar dan jenisnya.
Media audio visual merupakan kombinasi dari media audio dan media audio visual atau media pandang dengar”.
b. Menurut Heinich and Molenda (2009) terdapat enam jenis dasar dari media pembelajaran, yaitu:
Teks. Merupakan elemen dasar dalam menyampaikan suatu informasi yang mempunyai berbagai jenis dan bentuk tulisan yang berupaya memberi daya tarik dalam penyampaian informasi.
Media audio. Membantu menyampaikan maklumat dengan lebih berkesan dan membantu meningkatkan daya tarikan terhadap sesuatu persembahan. Jenis audio termasuk suara latar, musik, atau rekaman suara, dan lainnya.
Media visual. Media yang dapat memberikan rangsangan-rangsangan visual seperti gambar/photo, sketsa, diagram, bagan, grafik, kartun, poster, papan buletin, dan lainnya.
Media proyeksi gerak. Termasuk di dalamnya film gerak, film gelang, program TV, video kaset (CD, VCD, atau DVD).
Benda-benda tiruan/miniatur. Termasuk di dalamnya benda-benda tiga dimensi yang dapat disentuh dan diraba oleh siswa. Media ini dibuat untuk mengatasi keterbatasan baik obyek maupun situasi sehingga proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik.
Manusia. Termasuk di dalamnya guru, siswa, atau pakar/ahli di bidang/materi tertentu.
c. Rudi Bretz (2003) mengidentifikasi jenis-jenis media berdasarkan tiga unsur pokok yaitu suara, visual, dan gerak. Dari ketiga unsur tersebut Bretz mengklasifikasikannya ke dalam tujuh kelompok, yaitu:
· Media audio
· Media cetak
· Media visual diam
· Media visual gerak
· Media audio semi gerak
· Media semi gerak audio
· Media visual diam
· Media audio visual gerak
1. Teori Psikologis Brurner
HapusMenurut Bruner perkembangan kognitif seseorang terjadi melalui tiga tahap yang ditentukan oleh caranya melihat lingkungan, diantaranya yaitu:
1.Tahap pengalaman langsung (Eractive), merupakan tahap individu berupa memahami lingkungan dengan beraktifitas.
2.Tahap Pictoria (Ekonit), tahap individu melihat dunia melalui gambar dan menvisualisasi verbal.
3.Tahap simbolik, tahap dimana individu mempunyai gagasan-gagasan abstrak yang banyak dipengaruhi bahasa dan logika berpikirnya.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusCoba anda sebutkan keuntungan penggunaan media dalam pembelajaran!
BalasHapusDalam buku Media Pembelajaran (Arsyad, 2013: 50) disebutkan bahwa terdapat 7 keuntungan utama menggunakan media pembelajaran film dan video, keuntungan tersebut antara lain:
HapusFilm dan video dapat melengkapi pengalaman-pengalaman dasar dari siswa ketika mereka membaca, berdiskusi, berpraktik, dan lain-lain. Film merupakan pengganti alam sekitar dan bahkan dapat menunjukkan objek yang secara normal tidak dapat dilihat.
Film dan video dapat menggambarkan suatu proses secara tepat yang dapat disaksikan secara berulang-ulang jika dipandang perlu.
Selain mendorong dan meningkatkan motivasi, film dan video menanamkan sikap dan segi-segi afektif lainnya.
Film dan video yang mengandung nilai-nilai positif dapat mengundang pemikiran dan pembahasan dalam kelompok siswa.Seperti slogan yang ada bahwa film dan video dapat membawa dunia ke dalam kelas.
Film dan video dapat menyajikan peristiwa yang berbahaya bila dilihat secara langsung.
Film dan video dapat ditunjukkan kepada kelompok besar atau kelompok kecil, kelompok heterogen, maupun perorangan.
Dengan kemampuan teknik pengambilan gambar frame demi frame, film yang dalam kecepatan normal memakan satu minggu dapat ditampilkan secara singkat dalam beberapa menit saja.
Dari banyak keuntungan yang bisa didapat dari penggunaan film dan video sebagai media pembelajaran tersebut sangat terlihat bahwa guru dapat mengambil banyak manfaat dari film dan video. Film dan video memiliki fitur unik dan khusus yang tidak dimiliki media pembelajaran lain yaitu mampu menampilkan gerakan slide gambar dengan cepat dimana hal ini sangat menjadi keunggulan media pembelajaran film dan video.
Tambahan:
BalasHapusMultimedia dapat di definisikan menjadi 2 kategori, yaitu multimedia content production dan multimedia communication dengan definisi sebagai berikut :
Multimedia Content Production adalah penggunaan dan pemrosesan beberapa media (teks, audio, graphics, animation, video dan interactivity) yang berbeda untuk menyampaikan informasi atau menghasilkan produk multimedia (music, video, film, game, intertaintment, dll.) Atau penggunaan sejumlah teknologi yang berbeda yang memungkinkan untuk menggabungkan media (teks, audio, graphics, animation, video, dan interactivity) dengan cara yang baru untuk tujuan komunikasi. Dalam kategori ini media yang digunakan adalah :
· media teks
· media audio
· media video
· media animasi
· media graph / image
· media interactivity
· media spesial effect
Multimedia Communication adalah penggunaan media (massa), seperti televisi, radio, media cetak dan internet untuk mempublikasikan / menyiarkan / mengkomunikasikan material advertising, publicity, entertaintment, news, education, dll. Dalam kategori ini media yang digunakan adalah :
· TV
· Radio
· Film
· Media Cetak
· Musik
· Game
· Entertainment
· Tutorial
· ICT (Internet)
Ya terimakasih winarsih
Hapusmenambahkan blog anda :
BalasHapusLandasan Empirik.
Berbagai temuan penelitian menunjukkan bahwa ada interaksi anatara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, bahwa siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristiknya. Siswa yang memiliki gaya belajar visual akan lebih mendapatkan keuntungan dari menggunakan media visual, seperti film, video, gambar atau diagram. Sedangkan siswa yang memiliki gaya belajar auditif lebih mendapatkan keuntungan dari penggunaan media pembelajaran auditif, seperti rekaman suara , radio atau ceramah dari guru/ pengajar. Akan lebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua tipe belajar tersebut jika menggunakan media audio-visual. Berdasarkan landasan rasional empiris tersebut, maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik pebelajar, karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri. Atas dasar ini, maka prinsip penyesuaian jenis media yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran dengan karakteristik individual siswa menjadi semakin mantap. Pemilihan dan penggunaan media hendaknya jangan didasarkan pada kesukaan atau kesenanangan pengajar, tetapi dilandaskan pada kecocokan media itu dengan karakteristik siswa, disamping kriteria lain yang telah disebutkan sebelumnya.
jelaskan hubungan antara media pembelajaran dan tujuan pembelajaran?
BalasHapusDalam pembelajaran materi Ikatan Kimia
HapusGambar Diam
Gambar diam merupakan suatu media pembelajaran dengan menyajikan suatu materi pembelajaran yang meliputi gambar, ilustrasi, poster atau pun berupa peta konsep. Hubungan media pembelajaran mengggunakan gambar diam pada materi ikatan kimia dengan tujuan pembelajaran antar lain sebagai berikut :
Pada kriteria tujuan pembelajaran belajar informasi faktual memperoleh hasil rendah, pada kriteria tujuan pembelajaran belajar pengalaman visual memperoleh hasil tinggi. Sedangkan pada kriteria tujuan pembelajaran belajar konsep aturan memperoleh hasil hasil redah, pada kriteria tujuan pembelajaran prosedur belajar memperoleh hasil sedang. Pada kriteria tujuan pembelajaran penyampaian keterampilan persepsi motorik memperoleh hasil rendah, sedangkan pada kriteria tujuan pembelajaran mengembangkan sikap, opini dan motivasi memperoleh hasil rendah.
Gambar Bergerak
Gambar bergerak merupakan suatu media pembelajaran dengan menyajikan suatu materi pembelajaran yang meliputi animas bergerak. Media pembelajaran berupa gambar bergerak pada materi ikatan kimia adalah animasi bergerak mengenai terjadinya ikatan ion maupun ikatan kovalen. Hubungan media pembelajaran mengggunakan gambar bergerak pada materi ikatan kimia dengan tujuan pembelajaran antar lain sebagai berikut:
Pada kriteria tujuan pembelajaran belajar informasi faktual memperoleh hasil rendah, pada kriteria tujuan pembelajaran belajar pengalaman visual memperoleh hasil tinggi. Sedangkan pada kriteria tujuan pembelajaran belajar konsep aturan memperoleh hasil hasil sedang, pada kriteria tujuan pembelajaran prosedur belajar memperoleh hasil rendah. Pada kriteria tujuan pembelajaran penyampaian keterampilan persepsi motorik memperoleh hasil rendah, sedangkan pada kriteria tujuan pembelajaran mengembangkan sikap, opini dan motivasi memperoleh hasil rendah.
Audio Visual
Media pembelajaran berupa audio visual merupakan jenis media pembelajaran yang menyajikan materi pelajaran yang berupa tampilan gambar dan suara, yang termasuk media audio visual antara lain; video pembelajaran tentang mekanisme terbentuknya ikatan kovalen koordinasi.
Pada kriteria tujuan pembelajaran belajar informasi faktual memperoleh hasil tinggi, pada kriteria tujuan pembelajaran belajar pengalaman visual memperoleh hasil sedang. Sedangkan pada kriteria tujuan pembelajaran belajar konsep aturan memperoleh hasil hasil tinggi, pada kriteria tujuan pembelajaran prosedur belajar memperoleh hasil sedang. Pada kriteria tujuan pembelajaran penyampaian keterampilan persepsi motorik memperoleh hasil sedang, sedangkan pada kriteria tujuan pembelajaran mengembangkan sikap, opini dan motivasi memperoleh hasil tinggi.
Obyek 3D
Media pembelajaran berupa objek 3D pada materi ikatan kimia misalnya bentuk molekul suatu senyawa. Dengan menggunakan objek 3D pada materi ikatan kimia membuat siswa lebih mudah menerima materi pembelajaran.
Pada kriteria tujuan pembelajaran belajar informasi faktual memperoleh rendah, pada kriteria tujuan pembelajaran belajar pengalaman visual memperoleh hasil tinggi. Sedangkan pada kriteria tujuan pembelajaran belajar konsep aturan memperoleh hasil hasil tinggi, pada kriteria tujuan pembelajaran prosedur belajar memperoleh hasil sedang. Pada kriteria tujuan pembelajaran penyampaian keterampilan persepsi motorik memperoleh hasil tinggi, sedangkan pada kriteria tujuan pembelajaran mengembangkan sikap, opini dan motivasi memperoleh hasil rendah.
menurut anda landasan mana yang paling penting dalam multimedia pembelajran?
BalasHapussemua nya penting novi tergantung dari diri kita sendiri
HapusTetapi pemanfaatan media pengajaran juga tidak asal-asalan menurut keinginan guru, tidak berencana dan sistematik. Guru harus memanfaatkannya menurut langkah-Iangkah tertentu, dengan perencanaan yang sistematik. Ada enam langkah yang bisa ditempuh guru pada waktu ia mengajar dengan mempergunakan media. Langkahlangkah itu adalah:
Hapus1. Merumuskan tujuan pengajaran dengan memanfaatkan media.
2. Persiapan guru. Pada fase ini guru memilih dan menetapkan media mana yang akan dimanfaatkan guna mencapai tujuan. Dalam hal ini prinsip pemilihan dan dasar pertimbangannya patut diperhatikan.
3. Persiapan kelas. Pada fase ini siswa atau kelas harus mempunyai persiapan, sebelum mereka menerima pelajaran dengan menggunakan media. Guru harus dapat memotivasi mereka agar dapat menilai, mengantisipasi, menghayati pelajaran dengan menggunakan media pengajaran.
4. Langkah penyajian pelajaran dan pemanfaatan media. pada fase ini penyajian bahan pelajaran dengan memanfaatkan media pengajaran. Keahlian guru dituntut di sini. Media diperbantukan oleh guru untuk membantu tugasnya menjelaskan bahan pelajaran. Media dikembangkan penggunaannya untuk keefektifan dan efisiensi pencapaian tujuan.
5. Langkah kegiatan belajar siswa. Pada fase ini siswa belajar dengan memanfaatkan media pengajaran. Pemanfaatan media di sini bisa siswa sendiri yang mempraktikkannya ataupun guru langsung memanfaatkannya, baik di kelas atau di luar kelas.
6. Langkah evaluasi pengajaran. Pada langkah ini kegiatan belajar dievaluasi, sampai sejauh mana tujuan pengajaran tercapai, yang sekaligus dapat dinilai sejauh mana pengaruh media sebagai alat bantu dapat menunjang keberhasilan proses belajar siswa. Hasil evaluasi dapat dijadikan dasar atau bahan bagi proses belajar berikutnya.
sebutkan jenis-jenis dari suatu media pembelajaran!serta penjelasannya
BalasHapusMenurut Rudy Brets, ada 7 (tujuh) klasifikasi media, yaitu :
Hapus1. Media audio visual gerak, seperti : Film bersuara, film pada televisi, Televisi dan animasi.
2. Media audio visual diam, seperti : Slide.
3. Audio semi gerak, seperti : tulisan bergerak bersuara.
4. Media visual bergerak, seperti : Film bisu.
5. Media visual diam, seperti : slide bisu, halaman cetak, foto.
6. Media audio, seperti : radio, telephon, pita audio.
7. Media cetak, seperti : buku, modul.
HapusJenis-jenis media visual antara lain:
•Gambar atau foto
•Sketsa
•Diagram
•Bagan
•Grafik
•Kartun
•Poster
•Peta atau Globe
•Papan Planel
•Papan Buletin
jelaskan beserta contoh mengapa multimedia pembelajaran sangat diperlukan?
BalasHapusKarena terdapat beberapa manfaat dari media pembelajaran yang digunakan guru dalam menyampaikan materi ajar, yaitu: Materi pelajaran yang disampaikan dapat diseragamkan. Setiap siswa yang melihat atau mendengar uraian materi pelajaran melalui media yang sama akan menerima informasi sama persis dengan yang diterima oleh siswa lainnya. Dengan kata lain, media dapat meminimalisir kesenjangan informasi antar sesama siswa.Proses pembelajaran lebih jelas dan menarik. Materi pelajaran yang disajikan melalui media menjadi lebih jelas dan menarik, mampu membangkitkan rasa keingintahuan siswa, merangrang aktifitas fisik maupun emosional siswa, dan menjadikan pembelajaran lebih hidup.Menghemat waktu dan tenaga. Keluhan guru yang selalu kekurangan waktu untuk mencapai target kurikulum tidak akan terjadi jika guru dapat memanfaatkan media secara maksimal. Dan dengan sekali penyajian materi, siswa akan lebih mudah memahami pelajaran tanpa perlu melakukannya berulang-ulang.Pembelajaran yang dilakukan akan lebih interaktif. Dengan pemilihan dan perancangan yang baik, media akan membantu guru dan siswa untuk melakukan komunikasi dua arah secara aktif selama proses pembelajaran berlangsung.Kualitas hasil belajar siswa meningkat. Penggunaan media bukan hanya membuat proses pembelajaran lebih efisien, tetapi dapat membantu siswa menyerap materi pelajaran lebih mendalam dan utuh. Pemahaman siswa menjadi lebih baik dengan kegiatan melihat, menyentuh, merasakan, atau mengalami sendiri melalui media yang disajikan.Memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Media pembelajaran dapat dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar secara lebih leluasa, kapanpun, dan dimanapun.Menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar. Melalui media, proses pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga mendorong siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan dan gemar mencari sendiri sumber-sumber ilmu pengetahuan.Merubah peran guru kearah yang lebih positif dan produktif. Guru bukan lagi menjadi satu-satunya sumber belajar bagi siswa. Seorang guru tidak perlu menjelaskan seluruh materi pelajaran, karena bisa berbagi peran dengan media. Dengan demikian guru akan memiliki waktu untuk memberi perhatian pada aspek-aspek edukatif lainnya.
HapusMateri pelajaran yang disajikan melalui media menjadi lebih jelas dan menarik, mampu membangkitkan rasa keingintahuan siswa, merangrang aktifitas fisik maupun emosional siswa, dan menjadikan pembelajaran lebih hidup.Menghemat waktu dan tenaga. Keluhan guru yang selalu kekurangan waktu untuk mencapai target kurikulum tidak akan terjadi jika guru dapat memanfaatkan media secara maksimal. Dan dengan sekali penyajian materi, siswa akan lebih mudah memahami pelajaran tanpa perlu melakukannya berulang-ulang.Pembelajaran yang dilakukan akan lebih interaktif. Dengan pemilihan dan perancangan yang baik, media akan membantu guru dan siswa untuk melakukan komunikasi dua arah secara aktif selama proses pembelajaran berlangsung.Kualitas hasil belajar siswa meningkat.
HapusPenggunaan media harus mempertimbangkan kecocokan ciri media dengan karakteristik materi pelajaran yang disajikan.
BalasHapusya benar mauli
HapusTolong berikan contoh tentang landasan media pembelajaran dan apakah landasan tersebut dapat diterapkan dalam proses pembelajaran ?
BalasHapus1.Tahap pengalaman langsung (Eractive), merupakan tahap individu berupa memahami lingkungan dengan beraktifitas.
Hapus2.Tahap Pictoria (Ekonit), tahap individu melihat dunia melalui gambar dan menvisualisasi verbal.
3.Tahap simbolik, tahap dimana individu mempunyai gagasan-gagasan abstrak yang banyak dipengaruhi bahasa dan logika berpikirnya.
Demikian pembahasan mengenai penggunaan media dalam proses belajar mengajar ini. Untuk dapat merasakan manfaatnya, guru dapat mempergunakan dan mengembangkannya dalam proses belajar mengajar, baik di kelas maupun di luar kelas. Media yang dapat dimanfaatkan oleh guru adalah media yang sesuai dengan misi tujuan.
HapusMenurut Bruner perkembangan kognitif seseorang terjadi melalui tiga tahap,bagaimana contoh dari masing masing tahap tersebut?
BalasHapus1. Teori Psikologis Brurner
HapusMenurut Bruner perkembangan kognitif seseorang terjadi melalui tiga tahap yang ditentukan oleh caranya melihat lingkungan, diantaranya yaitu:
1.Tahap pengalaman langsung (Eractive), merupakan tahap individu berupa memahami lingkungan dengan beraktifitas.
2.Tahap Pictoria (Ekonit), tahap individu melihat dunia melalui gambar dan menvisualisasi verbal.
3.Tahap simbolik, tahap dimana individu mempunyai gagasan-gagasan abstrak yang banyak dipengaruhi bahasa dan logika berpikirnya.
menurut penelasan anda bahwa multimedia sangat digunakann dalam proses pembelajaran , seandainya sebuah buku yang berisi materi pembelajaran namun tidak dipergunakan dengan baik apakah tetap disebut sebgai media ? alasannya kenapa?
BalasHapusTeori behavourisme atau teori tingkah laku ini menganggap bahwa segala kejadian dilingkungan sangat mempengaruhi perilaku seseorang dan akan memberikan pengalaman tertentu dalam dirinya, dan teori ini menganggap perubahan tingkah laku yang terjadi berdasarkan paradigma S-R(stimulus respon) yaitu suatu proses yang memberikan respon tertentu terhadap apa yang datang dari luar diri individu.
Hapusapakah landasan yang paling mendasar dalam pemilihan suatu media yang sesuai dengan pembelajaran yang berlaku?
BalasHapusKegagalan seorang guru dalam mengembangkan media pengajaran akan terjadi jika penguasaan terhadap karakteristik media itu sendiri sangat kurang. Pemanfaatan media dengan maksud mengulur-ulur waktu tidak dibenarkan. Karena kegiatan belajar mengajar bukan untuk hal itu. Apabila pemanfaatan media dengan dalih untuk memperkenalkan kekayaan sekolah. Semua itu tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan pencapaian tujuan pengajaran. Karena itu, pemanfaatan media hanya diharuskan dengan maksud untuk mencapai tujuan pengajaran.
Hapus